Waktu yang semakin dekat ini memang harus digunakan untuk semakin mendekatkan diri ke Allah. Banyak bisikan sana sini, ujian sana sini, pikiran yang semakin panas. Jika hati tidak dingin maka hati akan menjadi panas. Kuatkanlah kaki ini untuk tetap tegar, maafkan jika ada kata tak sesuai terdengar. Karena yang dicari keberkahan maka semoga perjalanan pun akan menjadi berkah. Semoga menjadi awal yang baik bagi kita untuk memulai, memulai perjalanan baru dalam hidup kita. Kali ini aku benar2 mengerti akan detik2 menuju perubahan status hidup, tak akan lagi memikirkan diri sendiri. Perasaan yang campur aduk, pikiran yang melayang layang, tangan dan kaki ikut melemas. Aku ingin dekat ya mendekat pada Rabb pencipta alam, aku sudah rindu. Sepekan berada di masa spesial para wanita. Namun, setiap malam aku pun terbangun. Terbangun karena mendengar doa dan tangisan bundaku. Terbangun saat tangan kasarnya mengelus rambutku yang tertidur ah tepatnya pura2 tidur sambil menahan air mata agar tak terjatuh. Ya dua malam bersamanya setiap malam bunda mengelus wajahku sambil mendoakan kebaikan untuk putrinya. Mungkin perasaan campur2 yang dirasakan bunda yang sebentar lagi akan melepaskan putri kecilnya. Yang akan menjadi yang terakhir dilepas oleh bunda.
Nanti saat perubahan status itu tiba, mungkin akan susah untuk mendapat belaian tangan bunda. Namun, nanti ada tangan lain yang akan membelai dengan penuh rasa cinta pada Nya, akan ada doa terucap dari mulut orang lain yang nanti menjadi orang yang paling dekat denganku. Dan nanti biarlah tanganku ini yang akan membelai lembut kekasih halalku, biarlah nanti mulut ini berdoa untuknya setiap malam, biarlah nanti air mata ini mengalir karena rasa syukur akan kehadirannya. Menanti dia dengan penuh rasa nano.
Jumat, 29 Juli 2016
Kamis, 16 Juni 2016
Senyum (:
Gimana pun keadaannya harus tetap senyum. Gimana pun!
Susah dong... Ya kalau belum terbiasa memang susah rasanya tapi bisa kok. Awalnya dipaksa dlu abis itu kan jadi terbiasa...
Apalagi kalau mukanya muka jutek... Hehehe.. .
Iya kalau diem keliatan jutek gitu. Jadi harus sering2 senyum.
Dan kamu tau... Senyumu itu ibadah. Dan kebanyakan orang akan seneng arau membalas senyum kalau kita senyumin.. .
Dan senyumanmu itu manis dan bikin adem hati... Jadi tetep semangaaaat yaaa...
Semoga jadi penggugur dosa...
11 Ramadhan 1437
16 Juni 2016
Susah dong... Ya kalau belum terbiasa memang susah rasanya tapi bisa kok. Awalnya dipaksa dlu abis itu kan jadi terbiasa...
Apalagi kalau mukanya muka jutek... Hehehe.. .
Iya kalau diem keliatan jutek gitu. Jadi harus sering2 senyum.
Dan kamu tau... Senyumu itu ibadah. Dan kebanyakan orang akan seneng arau membalas senyum kalau kita senyumin.. .
Dan senyumanmu itu manis dan bikin adem hati... Jadi tetep semangaaaat yaaa...
Semoga jadi penggugur dosa...
11 Ramadhan 1437
16 Juni 2016
Senin, 13 Juni 2016
Menunggu
Pasti sebagian besar orang tidak suka menunggu, khususnya menunggu sesuatu yang belum pasti. Namun, bedakah dengan menunggu dengan sesuatu yang sudah pasti? Menunggu waktu berbuka datang misalnya, kita akan bersabar dan menhisi waktu sesuai selera sampai waktu tiba berbuka. Ada yang memilih bekerja dengan penuh semangat tapi ada juga yang memilih bermalas-malasan, itu semua pilihan. Lalu bagaimana dengan menunggu kematian? Padahal kematian itu lebih pasti. Mungkin tepatnya bukan menunggu tapi mempersiapkan. Layaknya menunggumu datang, karena kamu danbkematian berlomba2 mendatangiku, apakah kamu dlu ataukah kematian dulu? Semua masih rahasia Allah. Yang jelas terus mempersiapkan diri baik itu dalam menunggumu atau kematian karena jika tak sampai bertemu denganmu, aku sudah berjuang dan berusaha, paling tidak aku sudah pernah merasakan manisnya menunggumu.
Kamis, 09 Juni 2016
Apa yang kau sedihkan, hati?
Bukankah harusnya kamu bersyukur wahai hati? Lihatlah kenikmatan yang begitu besar yang Allah berikan pada seluruh jiwa dan raga yang kau tempati ini. Mau kita sebut sedikit saja, nafas yang tak berhenti, perut yang bisa diisi setiap berbuka dan sahur, nikmat melihat, memegang, mendengar, masalah rezeki? Lihatlah betapa Allah tak membiarkan jiwa yang kau tempati ini memakan rezeki yang tidak halal. Lihatlah meski harus berpeluh atau membuang gengsi sejauh-jauhnya, rezeki terus saja mengalir kan? Dan kamu tau wahai hati, rezeki itu bentuknya banyak. Teman2 yang baik, tempat tinggal yang damai, ah banyak sekali. Lalu apa yang kau sedihkan wahai hati? Hingga kamu ingin menyerah (lagi)? Kali ini ujian yang sama ujian tentang kesedihan hati, harusnya kali ini kamu lolos wahai hati. Mengulang ujian sejenis bukankah melelahkan? Kapan kamu akan lolos dan naik tingkat? Semangat karena Allah ya... Allah tidak pernah tidur, Allah melihat setiap detikmu apa yang tampak atau yang tersembunyi, Dia Maha Mengetahui. Janganlah berekspetasi terlalu tinggi pada dirimu sendiri. Bersyukurlah dan bahagialah. Paling tidak sembunyikan kesedihan dan tangisanmu di waktu hanya kau dan Allah saja. Jangan biarkan makhluk Nya tahu. Meski ada telinga yang bersedia mendengar tangismu, ah sudahlah.
Kuncinya adalah bersyukur. Buang jauh2 pengharapan dunia. Kejarlah cinta Allah.
Ya Allah aku rindu. Rindu bercerita panjang, aku rindu rumah Mu. Rindu masjid2 Mu, rindu kekasih2 Mu.
Wahai hati, taukah bahwa akhirat harusnya lebih kau perhatikan dari dunia. Bahwa akhirat itu lebih kekal dan abadi, jalan menijunya adalah kematian. Siapkah kau menjumpai kematian?
Alhamdulillah masih diberi kesempatan tersadar. Alhamdulillah hari ini dipertemukan mobil brutal hingga membukakan hatiku bahwa kematian itu sebenarnya dekat.
4 Ramadhan 1437
9/6/16
#73
Kuncinya adalah bersyukur. Buang jauh2 pengharapan dunia. Kejarlah cinta Allah.
Ya Allah aku rindu. Rindu bercerita panjang, aku rindu rumah Mu. Rindu masjid2 Mu, rindu kekasih2 Mu.
Wahai hati, taukah bahwa akhirat harusnya lebih kau perhatikan dari dunia. Bahwa akhirat itu lebih kekal dan abadi, jalan menijunya adalah kematian. Siapkah kau menjumpai kematian?
Alhamdulillah masih diberi kesempatan tersadar. Alhamdulillah hari ini dipertemukan mobil brutal hingga membukakan hatiku bahwa kematian itu sebenarnya dekat.
4 Ramadhan 1437
9/6/16
#73
Rabu, 25 Mei 2016
Mbah Jiman
Kemarin saat sedang menaiki motor di sepanjang selokan mataram di pogung aku melihat sosok yang tak asing. Beliau adalah Mbah Jiman, seorang laki-laki yang sungguh membuat aku kagum. Beliau adalah orang yang suka bersih-bersih di mushola teknik, lebih tepatnya mustek meski tampilannya bukan mushola tapi masjid. Beliau masih saja sehat, dan seperti biasa beliau masih istiqomah berjalan kaki dari rumah ke mustek dan tumbenan kemarin lewat pogung. Ah mungkin kalau aku laki2 aku akan memboncengkannya. Mbah Jiman, anggota KMT (Keluarga Muslim Teknik) dari 1 sampai sekarang KMT berapa in syaa Allah mengenal beliau. Beliau sungguh istiqomah merawat mustek. Usianya sudah tak lagi muda tentunya. Panggilannya saja "mbah", tapi beliau masih sama saat pertama kali aku melihatnya sampai sekarang beliau masih sama. Ingat beberapa tahun yang lalu saat aku menjadi panitia ppsmb mahasiswa baru fak teknik dan kebagian untuk mengurus bagian ibadah untuk para muslah maba nya dan saat itu aku hanya berdua dengan temanku. Ya sok-sokan nya aku, dari mulai persiapan sampai beres2 kami lakukan berdua. Dan ternyata ngepel mustek lantai 2 aja itu sudah sangat melelahkan. Masya Allah mbah jiman yang setiap hari bersih2. Ah jadi inget kenapa tidak melakukan sesuatu untuk beliau, bisa manfaatin crowfunding kan atau mungkin saja sudah ada funding sendiri buat beliau dan aku yang gak ngerti. Dari beliau aku belajar, tentang kesederhanaan, tentang istoqomah dan tentang rasa syukur.
Harusnya kamu malu Tia... Apa yang telah kamu lakukan untuk agama ini? Untuk orang banyak? Janganlah hanya sekedar mmikirkan duniamu saja.
Intermezo.
Tiba2 inget ferdi atau siapa lah namanya. Pengamen kecil yang sering ngamen di sekitaran kantor di Slawi dulu, dia dan teman2nya. Belum sempat melakukan apa2 untuk anak2 itu aku sudah terbawa emosi untuk pergi. Masih terbayang 2 orang anak kecil yang kehujanan tanpa sandal dan berteduh di alfamart depan kantor. Mereka tersenyum hanya sekedar bisa berteduh dan merasakan hangatnya lantai alfamart. Tiba2 kenapa aku jadi rindu Tegal ya, padahal aku kira aku tak akan pernah merindukannya. Karena mungkin ada bagian2 yang belum selesai aku kerjakan disana.
Bersyukur Tia, tetaplah bersyukur apapun keadaanmy sekarang. Maka nikmat Allah mana kah yang kau dustakan?
Harusnya kamu malu Tia... Apa yang telah kamu lakukan untuk agama ini? Untuk orang banyak? Janganlah hanya sekedar mmikirkan duniamu saja.
Intermezo.
Tiba2 inget ferdi atau siapa lah namanya. Pengamen kecil yang sering ngamen di sekitaran kantor di Slawi dulu, dia dan teman2nya. Belum sempat melakukan apa2 untuk anak2 itu aku sudah terbawa emosi untuk pergi. Masih terbayang 2 orang anak kecil yang kehujanan tanpa sandal dan berteduh di alfamart depan kantor. Mereka tersenyum hanya sekedar bisa berteduh dan merasakan hangatnya lantai alfamart. Tiba2 kenapa aku jadi rindu Tegal ya, padahal aku kira aku tak akan pernah merindukannya. Karena mungkin ada bagian2 yang belum selesai aku kerjakan disana.
Bersyukur Tia, tetaplah bersyukur apapun keadaanmy sekarang. Maka nikmat Allah mana kah yang kau dustakan?
Selasa, 24 Mei 2016
Bapak
Bapak...
Rindu ini tiba2 muncul lagi. Kemarin aku melihat bunda menahan sakit yang membuatku ingin disisinya terus. Hal itu membuat aku rindu dirimu bapak.
Bapak...
Dulu saat kau masih sehat ataupun sedang sakit, bunda selalu terlihat bersemangat dan ceria.
Bapak...
Aku rindu saat setiap kali aku ke belalang, bapak seringnya sedang duduk di tempat favorit bapak. Setiap aku terbangun di malam hari aku tak pernah takut karena hampir setiap malam bapak duduk disitu.
Bapak...
Ingat pertama kali yang memaksaku membaca Al Quran meski terbata bata saat itu.
Bapak...
Yang selalu mengingatkan sholat pada putrinya ini.
Bapak...
Meski tegas tapi bapak sangatlah lembut...
Aku merindukanmu bapak...
Bapak...
Saat itu hampir tiba, saat melepas putri kecilnya ini. Meski kau telah pergi terlebih dahulu namun, nasehatmu serta didikanmu tak akan terlupa.
Bapak...
Tak akan pernah bertemu di dunia dengan seseorang yang akan menjadi imam putrimu ini.
Bapak...
Semoga Allah melapangkan kubur bapak,mbmberikan nikmat kubur dan kita akan bertemu di surga Nya Allah.. .semoga Allah merahmati kita sekeluarga ya pak.
Bapak...
Nanti aku akan banyak bercerita tentang bapak padanya. Tentang kebaikan hati bapak tentang protektifnya bapak pd putri2nya tentang senyum bapak dan tentang tangis bapak. Aku akan menceritakannya pada dia.
Bapak...
Putrimu tak akan lama lagi menemukan pasangan hidup dunia akhiratnya.
Bapak..
Aku mencintaimu bapak dan aku sangat sangat merindukanmu..
Rindu ini tiba2 muncul lagi. Kemarin aku melihat bunda menahan sakit yang membuatku ingin disisinya terus. Hal itu membuat aku rindu dirimu bapak.
Bapak...
Dulu saat kau masih sehat ataupun sedang sakit, bunda selalu terlihat bersemangat dan ceria.
Bapak...
Aku rindu saat setiap kali aku ke belalang, bapak seringnya sedang duduk di tempat favorit bapak. Setiap aku terbangun di malam hari aku tak pernah takut karena hampir setiap malam bapak duduk disitu.
Bapak...
Ingat pertama kali yang memaksaku membaca Al Quran meski terbata bata saat itu.
Bapak...
Yang selalu mengingatkan sholat pada putrinya ini.
Bapak...
Meski tegas tapi bapak sangatlah lembut...
Aku merindukanmu bapak...
Bapak...
Saat itu hampir tiba, saat melepas putri kecilnya ini. Meski kau telah pergi terlebih dahulu namun, nasehatmu serta didikanmu tak akan terlupa.
Bapak...
Tak akan pernah bertemu di dunia dengan seseorang yang akan menjadi imam putrimu ini.
Bapak...
Semoga Allah melapangkan kubur bapak,mbmberikan nikmat kubur dan kita akan bertemu di surga Nya Allah.. .semoga Allah merahmati kita sekeluarga ya pak.
Bapak...
Nanti aku akan banyak bercerita tentang bapak padanya. Tentang kebaikan hati bapak tentang protektifnya bapak pd putri2nya tentang senyum bapak dan tentang tangis bapak. Aku akan menceritakannya pada dia.
Bapak...
Putrimu tak akan lama lagi menemukan pasangan hidup dunia akhiratnya.
Bapak..
Aku mencintaimu bapak dan aku sangat sangat merindukanmu..
Teruntuk Bundaku
Suatu saat nanti, putri kecil bunda ini akan benar2 diambil oleh lelaki yang Allah takdirkan sebagai pasangan hidupnya di dunia dan di akhirat. Suatu saat nanti putri kecil bunda ini akan merangkai kehidupannya sendiri.
Bunda, belum banyak yang bisa putrimu ini berikan. Sejak lahir hingga sekarang rasanya putrimu ini terus saja merepotkanmu, menjadi alasan dalam tiap tetesan airmata dalam doamu. Bunda, nanti orang yang pertama dalam bakti hidupku adalah dia, lelaki yang baru saja aku kenal. Dia yang aku memilihnya sendiri. Bunda, nanti aku akan menjalani hidup sehari-hari bukan lagi denganmu tapi dengannya. Laki2 yang bahkan aku belum tau banyak tentangnya. Terkadang ingin aku memutar waktu, memberi apapun yang terbaik untukmu. Bunda, maafkan aku yang masih suka manja padamu, masih suka meminta hal-hal yang tak sesuai dengan keinginanmu, yang terkadang masih suka ngeyel. Bunda, aku berjanji tak akan sedikitpun perhatianku berkurang padamu meski aku telah menikah nanti. Bunda akan selalu menjadi yang utama dalam setiap doaku.
Bunda, aku tau betapa rindunya bunda pada putra putri bunda jika mereka sudah berkeluarga dan jarang berkabar pada bunda. Bunda, aku akan memberimu kabar sesering mungkin dan itu adalah kabar bahagia. Bunda, calon lelakiku nanti adalah seorang yang solih in syaa Allah hingga nnti saat aku lupa berkabar pada bunda, dia yang akan mengingatkan.
Terima kasih bundaku tercinta, yang selama 9 bulan mengandungku saat usiamu tak lagi muda. Terima kasih bundaku tersayang yang telah berjuang bertaruh nyawa saat melahirkanku dan saat usiamu memasuki senja. Terima kasih bunda terbaikku yang telah merawat dan mendidikku dengan penuh cinta. Terima kasih bunda yang merelakan waktunya untuk putrinya ini. Bundaku adalah seorang bunda yang sangat cerdas tapi ia rela tak memenuhi keinginannya pribadi untuk memenuhi kebutuhan putra putrinya. Terima kasih bunda yang rela memberikan makanan enak bagi putri kecilnya hingga bunda tak makan. Terima kasih bunda atas setiap malammu yang tak lelap tidur saat memikirkan putri kecilnya. Terima kasih bunda yang hingga putrinya beranjak dewasa masih saja kau memberikan perhatian layak putri kecilmu.
Banyak sekali kebaikanmu yang tak akan pernah bisa kubalas. Semoga surga tempat bunda nanti. Aku sebagai saksi hiduo betapa sabar, solihah dan baiknya hati bunda. Saat bunda merawat bapak yang terbujur sakit. Bunda yang begitu kuat bertahan hingga Allah memanggil bapak. Surga tempatmu nanti bunda, aku memintanya pada Allah. Doa akan selalu ku panjatkan karena aku belum bisa memberikan apa2 untukmu.
Maafkan aku bunda. Maaf atas setiap perkataan dan perbuatanku yang menyakiti hati bunda. Aku mencintaimu bunda.
Nanti bukan bunda lagi yang menemani aku tidur apalagi di saat malam-malam aku tak bisa tidur.
Suatu saat nanti saat kata "sah" diucapkan, tak ada lagi beban terlalu berat di pundak bunda untuk memikirkan putrimu inj. Nanti akan ada seorang laki2 yang namanya telah dihembuskan saat aku diperut bunda yang akan menjagaku, melindungi dan membimbingku. Laki2 yang mau berbagi mananggung dosaku.
Aku belajar banyak dari bunda. Belajar menjadi istri solihah. Semoga nanti aku bisa bunda. Bunda jangan khawatirkan kehidupanku nanti, aku yakin Allah telah memberi lelaki terbaik untukku yang bersama denganku merangkai kehidupan yang bahagia.
Nanti putra bunda akan bertambah satu lagi. Seorang laki2 yang juga akan menyayangi bunda dengan sepenuh hati selayaknya ibunya sendiri. Aku yakin itu.
Semoga kita menjadi keluarga di surga nanti ya bunda. Dengan putra putri bunda, dngan bapak, cucu2 bunda.
Bunda, aku mencintaimu... Sungguh... Bunda aku merindukanmu, di setiap hembusan nafasku. Bunda aku rindu memelukmu. Bunda segera sembuh ya. Aku rindu bunda yang bersemangat dan sehat. Semoga bunda diberi panjang umur dngan umur yang barokah.
24 Mei 2016
Semoga bunda lekas sembuh.
Bunda, belum banyak yang bisa putrimu ini berikan. Sejak lahir hingga sekarang rasanya putrimu ini terus saja merepotkanmu, menjadi alasan dalam tiap tetesan airmata dalam doamu. Bunda, nanti orang yang pertama dalam bakti hidupku adalah dia, lelaki yang baru saja aku kenal. Dia yang aku memilihnya sendiri. Bunda, nanti aku akan menjalani hidup sehari-hari bukan lagi denganmu tapi dengannya. Laki2 yang bahkan aku belum tau banyak tentangnya. Terkadang ingin aku memutar waktu, memberi apapun yang terbaik untukmu. Bunda, maafkan aku yang masih suka manja padamu, masih suka meminta hal-hal yang tak sesuai dengan keinginanmu, yang terkadang masih suka ngeyel. Bunda, aku berjanji tak akan sedikitpun perhatianku berkurang padamu meski aku telah menikah nanti. Bunda akan selalu menjadi yang utama dalam setiap doaku.
Bunda, aku tau betapa rindunya bunda pada putra putri bunda jika mereka sudah berkeluarga dan jarang berkabar pada bunda. Bunda, aku akan memberimu kabar sesering mungkin dan itu adalah kabar bahagia. Bunda, calon lelakiku nanti adalah seorang yang solih in syaa Allah hingga nnti saat aku lupa berkabar pada bunda, dia yang akan mengingatkan.
Terima kasih bundaku tercinta, yang selama 9 bulan mengandungku saat usiamu tak lagi muda. Terima kasih bundaku tersayang yang telah berjuang bertaruh nyawa saat melahirkanku dan saat usiamu memasuki senja. Terima kasih bunda terbaikku yang telah merawat dan mendidikku dengan penuh cinta. Terima kasih bunda yang merelakan waktunya untuk putrinya ini. Bundaku adalah seorang bunda yang sangat cerdas tapi ia rela tak memenuhi keinginannya pribadi untuk memenuhi kebutuhan putra putrinya. Terima kasih bunda yang rela memberikan makanan enak bagi putri kecilnya hingga bunda tak makan. Terima kasih bunda atas setiap malammu yang tak lelap tidur saat memikirkan putri kecilnya. Terima kasih bunda yang hingga putrinya beranjak dewasa masih saja kau memberikan perhatian layak putri kecilmu.
Banyak sekali kebaikanmu yang tak akan pernah bisa kubalas. Semoga surga tempat bunda nanti. Aku sebagai saksi hiduo betapa sabar, solihah dan baiknya hati bunda. Saat bunda merawat bapak yang terbujur sakit. Bunda yang begitu kuat bertahan hingga Allah memanggil bapak. Surga tempatmu nanti bunda, aku memintanya pada Allah. Doa akan selalu ku panjatkan karena aku belum bisa memberikan apa2 untukmu.
Maafkan aku bunda. Maaf atas setiap perkataan dan perbuatanku yang menyakiti hati bunda. Aku mencintaimu bunda.
Nanti bukan bunda lagi yang menemani aku tidur apalagi di saat malam-malam aku tak bisa tidur.
Suatu saat nanti saat kata "sah" diucapkan, tak ada lagi beban terlalu berat di pundak bunda untuk memikirkan putrimu inj. Nanti akan ada seorang laki2 yang namanya telah dihembuskan saat aku diperut bunda yang akan menjagaku, melindungi dan membimbingku. Laki2 yang mau berbagi mananggung dosaku.
Aku belajar banyak dari bunda. Belajar menjadi istri solihah. Semoga nanti aku bisa bunda. Bunda jangan khawatirkan kehidupanku nanti, aku yakin Allah telah memberi lelaki terbaik untukku yang bersama denganku merangkai kehidupan yang bahagia.
Nanti putra bunda akan bertambah satu lagi. Seorang laki2 yang juga akan menyayangi bunda dengan sepenuh hati selayaknya ibunya sendiri. Aku yakin itu.
Semoga kita menjadi keluarga di surga nanti ya bunda. Dengan putra putri bunda, dngan bapak, cucu2 bunda.
Bunda, aku mencintaimu... Sungguh... Bunda aku merindukanmu, di setiap hembusan nafasku. Bunda aku rindu memelukmu. Bunda segera sembuh ya. Aku rindu bunda yang bersemangat dan sehat. Semoga bunda diberi panjang umur dngan umur yang barokah.
24 Mei 2016
Semoga bunda lekas sembuh.
Jumat, 20 Mei 2016
Lanjutan 1 sekelumit materi jelajah hati
Agar amal sampai ke hati maka diperlukan rasa taqdhim.
Ta'dhim ialah mengagungkan Allah. Beramal dengan ta'dhim adalah beramal hanya karena ingin mengagungkan Allah semata. Dan cara menunjukkan rasa ta'dhim kita kepada Allah adalah dengan beramal.
Kriteria ta'dhim:
1. Beramal hanya karena ingin mendapatkan rahmat Allah
2. Menyadari bahwa kita bisa beramal adalah semata mata karena rahmat Allah.
Pertanyaannya kita beribadah selama ini tujuannya apa? Surga Allah kah? Padahal seseorang akan masuk surga Allah itu bukan semata mata karena amalnya tapi karena RAHMAT ALLAH. jadi perbaiki tujuan amal kita selama ini jika masih belum sesuai. Kita beramal adalah semata mata untuk mendapat rahmat Allah. Jika kita mendapat rahmat Allah maka surga bisa kita dapatkan.
Intermezo.
Selama ini niat kita sholat dhuha apa? Apakah karena untuk meminta rezeki dari Allah? Lihat ada orang yang tidak pernah sholat dhuha tapi rezekinya mengalir terus. Dan juga sebaliknya. Jika seseorang yang baru belajar sholat dhuha maka niatnya seperti itu bisa dimaklumi tapi jika kita yang sudah lama apakah niatnya masih seperti itu? Harusnya tidak. Kita beramal apapun niatnya hanya mengharap rahmat Allah. Dan jika setelah kita rutin sholat dhuha lalu rezeki kita jadi mudah maka itu karena rahmat Allah dan janganlah pernah menyebut2 karena amal kita. Atau bisa jadi rezeki masih biasa saja tapi Allah memberi teman2 yang baik, lingkungan yang baik.
Beberapa bait doa yang begitu menancap. Semoga hati ini selalu diberi kelapangan dan keikhlasan dalam menerima setiap takdirMu. Semoga tak ada keluh kesah yang kami ucapkan karena pasti apapun yang terjadi pada kami selama ini adalah yang terbaik untuk kami.
Ikhlas dan ridho, Tia. Jangan pernah mengeluh karena apapun yang terjadi padamu dari nyawa dihembuskan hingga saat ini adalah yang terbaik bagimu menurut Allah. Maka kuatlah, Tia. Ingatlah semua amal tak terkecuali hanya untuk mendapat Rahmat Allah. Apapun! salah satunya termasuk menikahmu nanti. Menikahku terjadi nanti itu karena rahmat Allah dan aku menikah nanti karena mengharap rahmat Allah.
Bersyukurlah Tia, Allah selalu mengingatkan saat niatmu tak lagi lurus.
Hempaskan rasa was-was yang syetan bisikan di hatimu. Kuatkanlah kembali hubunganmu dengan Allah.
Semoga rasa ini, jiwa ini akan selalu ingat setiap kata yang telah menjadi pengingat. Semoga hati ini selalu lurus meski nanti aku sendiri. Semoga materi jelajah hati kemarin dan selama ini membekas kehidupanku saat ini dan selanjutnya. Aamiin.
Ta'dhim ialah mengagungkan Allah. Beramal dengan ta'dhim adalah beramal hanya karena ingin mengagungkan Allah semata. Dan cara menunjukkan rasa ta'dhim kita kepada Allah adalah dengan beramal.
Kriteria ta'dhim:
1. Beramal hanya karena ingin mendapatkan rahmat Allah
2. Menyadari bahwa kita bisa beramal adalah semata mata karena rahmat Allah.
Pertanyaannya kita beribadah selama ini tujuannya apa? Surga Allah kah? Padahal seseorang akan masuk surga Allah itu bukan semata mata karena amalnya tapi karena RAHMAT ALLAH. jadi perbaiki tujuan amal kita selama ini jika masih belum sesuai. Kita beramal adalah semata mata untuk mendapat rahmat Allah. Jika kita mendapat rahmat Allah maka surga bisa kita dapatkan.
Intermezo.
Selama ini niat kita sholat dhuha apa? Apakah karena untuk meminta rezeki dari Allah? Lihat ada orang yang tidak pernah sholat dhuha tapi rezekinya mengalir terus. Dan juga sebaliknya. Jika seseorang yang baru belajar sholat dhuha maka niatnya seperti itu bisa dimaklumi tapi jika kita yang sudah lama apakah niatnya masih seperti itu? Harusnya tidak. Kita beramal apapun niatnya hanya mengharap rahmat Allah. Dan jika setelah kita rutin sholat dhuha lalu rezeki kita jadi mudah maka itu karena rahmat Allah dan janganlah pernah menyebut2 karena amal kita. Atau bisa jadi rezeki masih biasa saja tapi Allah memberi teman2 yang baik, lingkungan yang baik.
Beberapa bait doa yang begitu menancap. Semoga hati ini selalu diberi kelapangan dan keikhlasan dalam menerima setiap takdirMu. Semoga tak ada keluh kesah yang kami ucapkan karena pasti apapun yang terjadi pada kami selama ini adalah yang terbaik untuk kami.
Ikhlas dan ridho, Tia. Jangan pernah mengeluh karena apapun yang terjadi padamu dari nyawa dihembuskan hingga saat ini adalah yang terbaik bagimu menurut Allah. Maka kuatlah, Tia. Ingatlah semua amal tak terkecuali hanya untuk mendapat Rahmat Allah. Apapun! salah satunya termasuk menikahmu nanti. Menikahku terjadi nanti itu karena rahmat Allah dan aku menikah nanti karena mengharap rahmat Allah.
Bersyukurlah Tia, Allah selalu mengingatkan saat niatmu tak lagi lurus.
Hempaskan rasa was-was yang syetan bisikan di hatimu. Kuatkanlah kembali hubunganmu dengan Allah.
Semoga rasa ini, jiwa ini akan selalu ingat setiap kata yang telah menjadi pengingat. Semoga hati ini selalu lurus meski nanti aku sendiri. Semoga materi jelajah hati kemarin dan selama ini membekas kehidupanku saat ini dan selanjutnya. Aamiin.
Sekelumit Materi jelajah hati
Pernah merasakan rasanya hidup ini begitu melelahkan? Pernah merasakan ujian terasa begitu berat dan datangnya terus menerus? Pernah merasakan kalau hidup orang lain terlihat begitu bahagia dan selalu diberi kemudahan? Kalau jawabannya pernah berarti ads yang salah hatimu. Ada yg perlu diperbaiki dari ibadahmu, dari hubunganmu dengan Allah. Jika sendiri belum bisa menyembuhkan cobalah datangi orang-orang sole atau datangi kajian2 ukhrawi. Satu hal yang perlu disyukuri saat kamu merasakan hal2 tersebut dan kamu merasa ada yang perlu diperbaiki dari kamunya dan kamu segera mendekat dengan Allah berarti hatimu masih baik-baik saja.
Aku akan berbagi materi sedikit yang ku dapat dari kajian abi kemarin, enath mengapa kajian abi hampir selalu membuatku kembali ya kembali di jalan yang lurus. Dan sesi doa di penghujungnya membuat tubuh ini bergetar, air mata mengalir deras. Pintaku saat itu semoga aku selalu ingat nasehat2 abi.
Kunci dari sampainya kita ke tujuan kita adalah tunduk dan pasrah kpd Allah. Dan muara dari hidup kita ini adalah kematian maka jangan sekali2 kita mati kecuali sebagai orang Islam. Tunduk dan pasrah kepada Allah biasa disebut dengan Istislam.
Istislam adalah keadaan hidup seorang muslim yang membuat apapun yang ia lalukan hanya antara dirinya dengan Allah. Misalkan kita melakukan kebaikan untuk orang lain maka kita melakukan itu semata-mata hanya tentang kita dan Allah.
Istislam membuat apapun yang kita amalkan sampai ke hati, naik ke langit dan turun kembali ke bumi dalam wujud Barakatul Hayati. Kita akan merasakan nikmatnya amal ketika sampai ke hati, baru akan naik ke langit. Dalam Quran Surat Al A'raf ayat 96
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
[QS. Al-A'raf: Ayat 96]
Dalam ayat tsb disebutkan bahwa jika penduduk sebuah negeri beriman dan bertaqwa maka ia akan mendapatkan keberkahan ukhrawi dan duniawi.
Berkah ukhrawi adalah mengalirnya kemudahan untuk menunaikan amal-amal ukhrawi, Allah juga akan membukakan barokah duniawi yaitu terbukanya pintu-pintu kemudahan dalam urusan dunia.
Itulah Janji Allah. pasti akan dibukakan barokah ukhrawi dan duniawi bagi mereka yanh istislam.
Lalu bagaimana agar amal itu sampai ke hati? Maka diperlukan rasa ta'dhim.
Bagaimana agar amal sampai ke langit? Dibutuhkan yaqin
Dan agar amal sampai kembali lagi ke bumi maka dibutuhkan ridho.
Tiga hal tersebut adalah tangga menuju istislam.
Aku akan berbagi materi sedikit yang ku dapat dari kajian abi kemarin, enath mengapa kajian abi hampir selalu membuatku kembali ya kembali di jalan yang lurus. Dan sesi doa di penghujungnya membuat tubuh ini bergetar, air mata mengalir deras. Pintaku saat itu semoga aku selalu ingat nasehat2 abi.
Kunci dari sampainya kita ke tujuan kita adalah tunduk dan pasrah kpd Allah. Dan muara dari hidup kita ini adalah kematian maka jangan sekali2 kita mati kecuali sebagai orang Islam. Tunduk dan pasrah kepada Allah biasa disebut dengan Istislam.
Istislam adalah keadaan hidup seorang muslim yang membuat apapun yang ia lalukan hanya antara dirinya dengan Allah. Misalkan kita melakukan kebaikan untuk orang lain maka kita melakukan itu semata-mata hanya tentang kita dan Allah.
Istislam membuat apapun yang kita amalkan sampai ke hati, naik ke langit dan turun kembali ke bumi dalam wujud Barakatul Hayati. Kita akan merasakan nikmatnya amal ketika sampai ke hati, baru akan naik ke langit. Dalam Quran Surat Al A'raf ayat 96
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
[QS. Al-A'raf: Ayat 96]
Dalam ayat tsb disebutkan bahwa jika penduduk sebuah negeri beriman dan bertaqwa maka ia akan mendapatkan keberkahan ukhrawi dan duniawi.
Berkah ukhrawi adalah mengalirnya kemudahan untuk menunaikan amal-amal ukhrawi, Allah juga akan membukakan barokah duniawi yaitu terbukanya pintu-pintu kemudahan dalam urusan dunia.
Itulah Janji Allah. pasti akan dibukakan barokah ukhrawi dan duniawi bagi mereka yanh istislam.
Lalu bagaimana agar amal itu sampai ke hati? Maka diperlukan rasa ta'dhim.
Bagaimana agar amal sampai ke langit? Dibutuhkan yaqin
Dan agar amal sampai kembali lagi ke bumi maka dibutuhkan ridho.
Tiga hal tersebut adalah tangga menuju istislam.
Minggu, 08 Mei 2016
Kini
Kini yang ku lakukan adalah semakin menguatkan kesabaran. Menikmati setiap detik penantian. Penantian akan kedatanganmu, menanti senyuman terindah yang kau persembahkan padaku nanti.
Kini yang aku lakukan adalah terus memperbaiki diri karena aku ingin berusaha menjadi yang terbaik. Mempersembahkan yang terindah dari diriku. Mempersembahkan keharuman yang begitu mewangi untukmu.
Kini yang aku lakukan terus terus dan terus berdoa untuk masa depan kita nanti. Menyediakan ruang khusus di setiap doa, menyelipkan namamu dalam setitik linangan air mata yang tertahan yang kadang ku biarkan mengalir. Air mata itu bukan air mata kesedihan namun air mata kebahagiaan.
Kini yang aku lakukan adalah terus menjaga hatiku. Bukan dari siapa-siapa karena yang siapa-siapa tak akan mampu mengganggu hatiku.
Kini yang aku lakukan adalah berharap. Berharap nanti kau bisa persembahkan rasa cinta yang tulus tanpa penyesalan. Rasa cinta yang memenuhi relung hatimu, mengalir di setiap aliran darahmu. Memenuhi relung hatiku dan aliran darahku. Selama ini tak pernah sedikit pun aku kekurangan kasih sayang justru berlebih. Kasih sayang dari orang-orang terdekatku. Nantinya hari-hariku akan dihiasi dan dipenuhi olehmu. Namun sekarang aku hanya bisa berharap karena semuanya masih serba teka teki.
Teruntukmu yang jauh dimata namun dekat di hati dan doaku.
8 Mei 2016
Banjarnegara
Kini yang aku lakukan adalah terus memperbaiki diri karena aku ingin berusaha menjadi yang terbaik. Mempersembahkan yang terindah dari diriku. Mempersembahkan keharuman yang begitu mewangi untukmu.
Kini yang aku lakukan terus terus dan terus berdoa untuk masa depan kita nanti. Menyediakan ruang khusus di setiap doa, menyelipkan namamu dalam setitik linangan air mata yang tertahan yang kadang ku biarkan mengalir. Air mata itu bukan air mata kesedihan namun air mata kebahagiaan.
Kini yang aku lakukan adalah terus menjaga hatiku. Bukan dari siapa-siapa karena yang siapa-siapa tak akan mampu mengganggu hatiku.
Kini yang aku lakukan adalah berharap. Berharap nanti kau bisa persembahkan rasa cinta yang tulus tanpa penyesalan. Rasa cinta yang memenuhi relung hatimu, mengalir di setiap aliran darahmu. Memenuhi relung hatiku dan aliran darahku. Selama ini tak pernah sedikit pun aku kekurangan kasih sayang justru berlebih. Kasih sayang dari orang-orang terdekatku. Nantinya hari-hariku akan dihiasi dan dipenuhi olehmu. Namun sekarang aku hanya bisa berharap karena semuanya masih serba teka teki.
Teruntukmu yang jauh dimata namun dekat di hati dan doaku.
8 Mei 2016
Banjarnegara
Senin, 02 Mei 2016
Lebih baik diam
Ingatlah bahwa setiap perkataan yang kita ucapkan itu dicatat dan dipertanggungjawabkan termasuk tulisan-tulisan kita.
Ya Rabb, diingetin terus.
Lebih baik diam daripada berucap yang tidak baik.
Ya Rabb, diingetin terus.
Lebih baik diam daripada berucap yang tidak baik.
Minggu, 01 Mei 2016
Endut
Pernah ngobrol sama temen. Apa yg terlintas kalau inget gw? Jawaban dia "gendut". Ngobrol sama bapak2, pak masih inget saya? Saya Tia. Oh Tia gendut, itu jawabannya.
Okelah gw emg gendut, masalah buat lo?
Pernah di hidup gw, gw ngrasa desperate gitu karena gw gendut. Ah tapi gw tu gak paling gendut loh. Pas jaman kuliah malah ada yg more bigger than me...
Paling big itu pas jaman udh lulus. Sampe setiap kali ketemu sama seorang bapak di kantor itu mbilangin suruh dieet muluuu... Bahkan sama guru ngaji agak gak percaya gw punya maag krn gw gendut.
Dulu saking desperatenya pernah sampe nyoba diet banyak cara. Tapi krn gak turun malah naik. Ya udah gw biasa aja cuma mengurangi. Sampe dulu saking desperate nya gw mikir ada gak ya yang mau sama gw ntar? Klo Sd-kuliah awal pas blm endut bgt, gw sih biasa aja mlh pas jaman nyepeda n di asrama mulai nurun. Tapi tahun terakhir gw mulai wow, itunglah 2014. Udah deh mikir bakal dpt jodoh kagak. Heh? Parah ya gw, itu lagi futur abis, tauhidnya harus dilurusin lagi, trus Allah kasih bukti, gendut2 gini ada yang suka juga meski gw gak suka disukain dengan cara gitu. And u know semenjak itu. Gw nyante ama hidup gw. Pas di kantor pda bilang aku gendut mulu ya terserah. Dikatain gajah or everything gw gak sakit hati lah wong kenyataannya gw endut. Cuma tetep meski susah turun gw njaga biar gak naik, gw si nglakuin buat gw sendiri. Bukan buat siapa2. Dan yang terakhir yang gw dibilangin gendut mulu tu sama seseorang. Yang lebih gendut banyak yo. Kayak cuma gw aja yang paling gendut di dunia ini. Ah emang dasar laki-laki mah liatnya fisik mulu. Emang perempuan kagak liat fisik? Liat juga keles tapi penerimaan perempuan tuh lebih besar. Selain dibilang gendut, gw paling sering dipanggil "ibu". Ah kalau ini mah udah biasa banget hati gw, udah kelatih sejak SMA. Iya sejak SMA gw udh terbiasa dipanggil ibu. Tapi bikin gw jd nuani si.
Gw emg perasa dan sensitif tapi gw liat-liat juga siapa yang bilang kalau mereka mah gw biasa aja. Tapi kalau dia? Ehm.. Awalnya gw terkejut si dia membhas masalah ini. Hahaha.. tapi dari situ gw jadi membuktikan satu lagi sifat manusia. Dia akan lebih memperhatikan visual dibanding detail tulisan.
Jadi jika kamu kenal aku. Aku memang gendut. Jika itu yang membuatmu ingat its okey.
Satu hal. Jika kamu tulus berteman dengan seseorang jangan lihat fisiknya ya. Terimalah dia seperti yang kamu lihat. Karena dia juga pasti belajar untuk menerima dirinya sendiri dan kamu. Kamu tidak tahu kan apa yang telah diusahakannya? Kamu tidak tau kan kalau dia pernah desperate? Satu hal. Jika kamu melihat dia happy berarti dia pasti telah belajar tentang pelajaran syukur. Bersyukur.
Dan gw selalu nyaman di keluarga gw karena mereka menerims gw selain itu mereka jg memotivasi gw. Itulah hakikat keluarga. I miss them so much. Meski kadang suka bercanda tapi penerimaan mereka ysng besar itu membuat jadi nyaman.
Oke kali ini gw cerita ttg kekurangan gw.
Gw gendut dan gw happy.
Okelah gw emg gendut, masalah buat lo?
Pernah di hidup gw, gw ngrasa desperate gitu karena gw gendut. Ah tapi gw tu gak paling gendut loh. Pas jaman kuliah malah ada yg more bigger than me...
Paling big itu pas jaman udh lulus. Sampe setiap kali ketemu sama seorang bapak di kantor itu mbilangin suruh dieet muluuu... Bahkan sama guru ngaji agak gak percaya gw punya maag krn gw gendut.
Dulu saking desperatenya pernah sampe nyoba diet banyak cara. Tapi krn gak turun malah naik. Ya udah gw biasa aja cuma mengurangi. Sampe dulu saking desperate nya gw mikir ada gak ya yang mau sama gw ntar? Klo Sd-kuliah awal pas blm endut bgt, gw sih biasa aja mlh pas jaman nyepeda n di asrama mulai nurun. Tapi tahun terakhir gw mulai wow, itunglah 2014. Udah deh mikir bakal dpt jodoh kagak. Heh? Parah ya gw, itu lagi futur abis, tauhidnya harus dilurusin lagi, trus Allah kasih bukti, gendut2 gini ada yang suka juga meski gw gak suka disukain dengan cara gitu. And u know semenjak itu. Gw nyante ama hidup gw. Pas di kantor pda bilang aku gendut mulu ya terserah. Dikatain gajah or everything gw gak sakit hati lah wong kenyataannya gw endut. Cuma tetep meski susah turun gw njaga biar gak naik, gw si nglakuin buat gw sendiri. Bukan buat siapa2. Dan yang terakhir yang gw dibilangin gendut mulu tu sama seseorang. Yang lebih gendut banyak yo. Kayak cuma gw aja yang paling gendut di dunia ini. Ah emang dasar laki-laki mah liatnya fisik mulu. Emang perempuan kagak liat fisik? Liat juga keles tapi penerimaan perempuan tuh lebih besar. Selain dibilang gendut, gw paling sering dipanggil "ibu". Ah kalau ini mah udah biasa banget hati gw, udah kelatih sejak SMA. Iya sejak SMA gw udh terbiasa dipanggil ibu. Tapi bikin gw jd nuani si.
Gw emg perasa dan sensitif tapi gw liat-liat juga siapa yang bilang kalau mereka mah gw biasa aja. Tapi kalau dia? Ehm.. Awalnya gw terkejut si dia membhas masalah ini. Hahaha.. tapi dari situ gw jadi membuktikan satu lagi sifat manusia. Dia akan lebih memperhatikan visual dibanding detail tulisan.
Jadi jika kamu kenal aku. Aku memang gendut. Jika itu yang membuatmu ingat its okey.
Satu hal. Jika kamu tulus berteman dengan seseorang jangan lihat fisiknya ya. Terimalah dia seperti yang kamu lihat. Karena dia juga pasti belajar untuk menerima dirinya sendiri dan kamu. Kamu tidak tahu kan apa yang telah diusahakannya? Kamu tidak tau kan kalau dia pernah desperate? Satu hal. Jika kamu melihat dia happy berarti dia pasti telah belajar tentang pelajaran syukur. Bersyukur.
Dan gw selalu nyaman di keluarga gw karena mereka menerims gw selain itu mereka jg memotivasi gw. Itulah hakikat keluarga. I miss them so much. Meski kadang suka bercanda tapi penerimaan mereka ysng besar itu membuat jadi nyaman.
Oke kali ini gw cerita ttg kekurangan gw.
Gw gendut dan gw happy.
Sabtu, 30 April 2016
Tak Harus Hari Ini
Penyanyinya iqbal ceka. Pertama kali denger pas jd soundtrack short movie nya fahd pahdepie. Bagus.
TAK HARUS HARI INI
melihatmu tersenyum
aku percaya tuhan pencipta tiada dua
mendengarmu berkata
aku terpesona
bidadari juga tinggal di dunia
benar aku cinta
tapi ku percaya
kau yang kuinginkan
tak harus hari ini
mungkin hari nanti
kamu ada di sisi
kita kan bersama
dalam indahnya cinta
berdegup jantungku
saat itu, saat bertemu denganmu
terbayang wajahmu
saat itu, dan saat ini kurindu
benar aku cinta
tapi ku percaya
kau yang kuinginkan
tak harus hari ini
Ya. Tak harus hari ini, suatu saat nanti kita kan bersama.
TAK HARUS HARI INI
melihatmu tersenyum
aku percaya tuhan pencipta tiada dua
mendengarmu berkata
aku terpesona
bidadari juga tinggal di dunia
benar aku cinta
tapi ku percaya
kau yang kuinginkan
tak harus hari ini
mungkin hari nanti
kamu ada di sisi
kita kan bersama
dalam indahnya cinta
berdegup jantungku
saat itu, saat bertemu denganmu
terbayang wajahmu
saat itu, dan saat ini kurindu
benar aku cinta
tapi ku percaya
kau yang kuinginkan
tak harus hari ini
Ya. Tak harus hari ini, suatu saat nanti kita kan bersama.
Jumat, 29 April 2016
29 April 2016
Bagaimana kabar hati? Masihkah baik-baik saja? Bagaimana kabar benteng hatimu? Masihkah kokoh berdiri? Hatiku masih baik, sekalipun sempat tersayat tapi mungkinkah lupa pada obat-obat hati. Hati itu penentu seluruh jiwa raga ini. Jadi ku usahakan selalu baik. Kalau kau bertanya tentang benteng hatiku, bentengnya belum lama ini mulai terbuka. Bukan roboh atau retak sekalipun. Benteng hatiku tak sengaja telah terbuka. Bukankah itu gawat? Gawat saat terbuka untuk yang tidak tepat, gawat saat terbuka justru menjauhkan dari Allah. Kali ini terbukanya berbeda. Namun, meski telah teebuka di dalam bentengku masih ada lapisan pagar yang lain yang masih rapat terkunci. Sewaktu-waktu ternyata memang yang membuat bentengku terbuka membawa kunci palsu, hatiku masih aman di dalamnya. Meski sudah terasa getaran-getaran indah itu. Indah? Bagaimana tahu kalau itu tak berbahaya? Iya getaran itu dimunculkan oleh sumber yang tepat. Oleh dia yang meletakkan cinta pada Allah diatas segalanya, dia yang menjadikan Rasul sebagai tauladannya. Lalu apa yang meski aku ragukan? Masa lalunya? Bahwa aku pun yakin pada Allah, akan segala sesuatu yang telah terjadi itu pasti ada pelajaran dibaliknya. Atas masa lalunya aku bertemu dia yang lebih baik, yang telah Allah tempa dan uji dengan ujian yang luar biasa. Kali ini aku sedang bersiap, menyambut sumber getaran itu, aku sedang memempersiapkan persiapan2 terakhirku, hal terbaik yang bisa aku usahakan. Sampai nanti dia masuk lebib dalam membawa kunci yang tepat membuka perlindungan lapis terakhir penjagaan hatiku. Setelah itu aku tetapkan dia di hati bersama cinta Allah dan Rasulku, dan keluargaku menjadi penghuni hatiku saat aku hidup di dunia dan akhirar. Menempati ruang spesial yang kupersiapkan yang memang kosong dari dulu. Lalu kan ku kunci rapat tempat itu. Tak akan ada yang bisa keluar ataupun masuk menggantikannya. Suatu saat nanti ku persilakan dia masuk dengan anggun tanpa ada pertahanan satupun tanpa ada penjagaan apapun, ya saat perjanjian suci itu datang saat dia meneguhkan janjinya bukan sekedar pada waliku namun pada Allah. Janji yang amatlah berat, janji dunia dan akhirat. Saat itu terucap otomatis tak ada satupun penjagaan dan penolakan dia untuk masuk. Dan kan ku persembahkan tempat spesial yang tak pernah kuberikan pada siapapun.
Kini bagaimana kondisi ruang hati itu? Aku sedang mempersiapkannya menjadi ruang yang indah dan kokoh. Hingga nanti tak mudah goyah saat melihat segala yang membuat goyah. Dasar kuatnya adalah kita sama-sama mencintai Allah dan Rasul Nya. Seorang mukmin tak akan pernah menyakiti meski dalam keadaan apapun.
Semangat berjuang ya...
Masih ada ratusan hari untuk persiapan. Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin. Baiklah. Ternyata persiapan bertahun-tahun itu masih kurang. Sudahlah. Allah masih memberi kesempatan maka manfaatkanlah.
Teruntuk calon penghuni hatiku.
29 April 2016
Kini bagaimana kondisi ruang hati itu? Aku sedang mempersiapkannya menjadi ruang yang indah dan kokoh. Hingga nanti tak mudah goyah saat melihat segala yang membuat goyah. Dasar kuatnya adalah kita sama-sama mencintai Allah dan Rasul Nya. Seorang mukmin tak akan pernah menyakiti meski dalam keadaan apapun.
Semangat berjuang ya...
Masih ada ratusan hari untuk persiapan. Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin. Baiklah. Ternyata persiapan bertahun-tahun itu masih kurang. Sudahlah. Allah masih memberi kesempatan maka manfaatkanlah.
Teruntuk calon penghuni hatiku.
29 April 2016
Kamis, 28 April 2016
Everest
Karena ngerasa mulai suntuk jadinya begadang buat nonton film. Kali ini nonton everest. Ya film-film yang memacu adrenalin cukuplah mengalihkan duniaku. Dan rasanya beda saat liat film 5 cm dan film everest ini. Kalau liat 5 cm rasa yang muncul itu semangat, salah satunya semangat naik gunung. Meski aku tau kayaknya aku gak bakal naik semeru juga. Dan saat liat everest kok rasanya aku gak mau naik gunung ya. Ya kali everest gitu. Mungkin karena belum pernah naik gunung juga kali ya. Jujur aja si abis liat itu semalam aku beneran jadi agak gak pingin naik gunung. Meski aku tau pemandangannya keren banget. Kalau dipikir ya gak apa-apa kali ya sekali-kali naik gunung. Yang penting jangan lupa olahraga dangunungnya jangan tinggi-tinggi.
Film everest itu menceritakan tentang sekelompol orang yang mau naik ke everest dan dibimbing oleh konsultan petualang. Pendakinya bukanlah anak muda tapi kebanyakan sudah berumur, bapak-bapak yang sudah punya anak dan ada satu perempuan usia 40 an. Mereka datang dari berbagai daerah. Singkatnya mereka mampu sampai puncak tapi saat turun ada badai yang sangat buruk hingga beberapa tidak mampu bertahan dan meninggal. Jenazah mereka pun tetap di gunung. Ada beberapa yang meninggal. Dan aku kok ngrasa sedih ya secara salah satunya ninggalin istri yang lagi hamil. Hiks... Namun ada keajaiban bagi satu orang, dikira sudah tiada ternyata masih hidup tapi kehilangan hidung dan dua tangannya
Ini filmnya berdasarkan kisah nyata.
*Anw, kok kurusan ya? Sehat-sehat kan? Selalu luluh deh kalau gak denger suaranya atau liat fotonya. *
*Tetep semangat ya*
*Masih ratusan hari lagi*
Film everest itu menceritakan tentang sekelompol orang yang mau naik ke everest dan dibimbing oleh konsultan petualang. Pendakinya bukanlah anak muda tapi kebanyakan sudah berumur, bapak-bapak yang sudah punya anak dan ada satu perempuan usia 40 an. Mereka datang dari berbagai daerah. Singkatnya mereka mampu sampai puncak tapi saat turun ada badai yang sangat buruk hingga beberapa tidak mampu bertahan dan meninggal. Jenazah mereka pun tetap di gunung. Ada beberapa yang meninggal. Dan aku kok ngrasa sedih ya secara salah satunya ninggalin istri yang lagi hamil. Hiks... Namun ada keajaiban bagi satu orang, dikira sudah tiada ternyata masih hidup tapi kehilangan hidung dan dua tangannya
Ini filmnya berdasarkan kisah nyata.
*Anw, kok kurusan ya? Sehat-sehat kan? Selalu luluh deh kalau gak denger suaranya atau liat fotonya. *
*Tetep semangat ya*
*Masih ratusan hari lagi*
Sabtu, 23 April 2016
Random lagi
Aku mulai mengenal "ngaji" saat kelas X. Saat itu ibarat tersesat di jalan yang benar. Awalnya agak-agak males aplagi kalau isinya udah sindir sindiran gitu, secara masih abg labil. Tak disangka aku masih bertahan sampe sekarang. Berbagai macam kelompok aku temui dari yang jaman SMA yang kelompoknya seangkata sesekolahan beda kelas doang. Lanjut kuliah mulai beragam meski masih dalam satu universitas namun masih satu angkatan. Lulus kuliah masih di daerah kampus jadi kelompoknya masih se universitas tapi udah mulai beda angkatan. Bertahap belajar akan perbedaan. Lalu pergi ke daerah yang jauh dari kampus dan ini yang membuat belajar banget. Awalnya sama ibu-ibu muda dan akhirnya pindah sama ibu-ibu iya cuma aku yang masih sendiri tapi jujur aku belajar banyak kemarin. Secara lingkungan kerja yang duniawi dan hedonis banget pas masuk kelompok ngaji jadi belajar memasyarakat, belajar untuk tidak terlalu melihat ke atas. Jujur aku suka kelompok yang seperti ini, penuh kesederhanaan, ramah dan mengayomi banget. Meski ibu-ibu si, wah kangen juga ya sama beliau2. Trus pindah lagi ke lingkungan ustadzah sdit, it's so different. Merasa beda bangeet. Beda banget lah meski sama ibu2 tapi bedaaaa banget. Oke belajar lagi dan akhirnya aku pindah lagi di daerah kampus tapi bukan masuk kelompok kampus. Ada yang single, ada yang pengantin baru, ada yang ibu2 muda tapi yang jelas ini ngotani banget, modern gitu. Intinya meski ibu2 muda juga tapi situasi dan keadaannya beda kaya pas sebelum2nya. Mungkin ini pembelajaran yang dikasih sama Allah untukku belajar terus belajar. Belajar untuk tidak pilih2. Intinya mah mencari lingkungan baik dan belajar dari banyak orang. Dan yang jelas aku patri dalam hatiku adalah tentang bersyukur akan kehidupan sendiri yang Allah kasih, belajar qanaah. Yup. QANAAH. Semangat karena Allah.
Akhirnya nonton "The Maze Runner"
Waaa.... Jogjaaa.... Gudangnya film... (mulai alay deh mulai heboh). Aku ngerti film ya di jogja, gak pernah ke bioskop secara sebulan dua bulan ada tu film2 di warnet. Gak tau si di tempat lain tapi kemarin pindah kota gak nemuin yang gini. Dan film yang bikin aku penasaran akhirnya bisa nonton juga.
The maze runner film nya si genre2 fiksi ilmiah agak action gitu (mbuhlah) tapi aku lagi suka genre gituan. Kaya sejenis hunger game yang aku ngikutin bnget sampe akhir (yeee).Trus divergent. Tinggal nyari allegiant triloginya divergent. Sama the lord of the ring dan the hobbit, suka banget sama genre gituan.
Aku seneng bnget bisa nonton the maze runner satu dan dua. Maraton. Biasa tipe penasaranan kaya aku gini ya gitu. Seruu dan asik juga filmnya, bikin gemes dan geregetan. Masih penasaran sama endingnya, thomas berhasil kagak melawan wckd dan minho kok ketangkep si. Tapi lakon tu gak akan kalah kok. Hihihi.
Tapi emang dari film2 gitu pemain laki2 paling keren ya theo james. Wqwqwq. Astaghfirullah. Taubat. Eh tapi tetep kerenan Mas Gagah. Loh? Kalau laki2 mah paling keren ya Rasulullah SAW, (pingin bnget ketemu) lelaki nyata dan sempurna. cuma yg aku temuin yg keren ya bapakku sama tentunya suamiku. Suamiku top bgt lah. Meski sekarang belum punya. Ih ya mulai ngelantur. Lagi ngomongin film malah ujung2nya jodoh lagi.
Dari film2 itu pesan yang ditangkep tentang berjuang untuk kebenaran. Bahwa pasti ada sisi yang baik dan bnar meski sedikit meski harus dicela. Meski berada di sisi yang benar itu dimusuhi tapi endingnya kebenaran pasti menang. Selain itu tentang kesetiakawanan. Intinya gitu deh.
Ini ni bagian diri yg ilang. Dulu mah gak pernah sama sekali tau film dan musik. Boro2 tau liat aja gak pernah. Sekarang malah jadi suka film. Nnti deh abis dari jogja bakal ngurangi lagi. Hehehe
Edisi curhaaat...
23 April 2016
The maze runner film nya si genre2 fiksi ilmiah agak action gitu (mbuhlah) tapi aku lagi suka genre gituan. Kaya sejenis hunger game yang aku ngikutin bnget sampe akhir (yeee).Trus divergent. Tinggal nyari allegiant triloginya divergent. Sama the lord of the ring dan the hobbit, suka banget sama genre gituan.
Aku seneng bnget bisa nonton the maze runner satu dan dua. Maraton. Biasa tipe penasaranan kaya aku gini ya gitu. Seruu dan asik juga filmnya, bikin gemes dan geregetan. Masih penasaran sama endingnya, thomas berhasil kagak melawan wckd dan minho kok ketangkep si. Tapi lakon tu gak akan kalah kok. Hihihi.
Tapi emang dari film2 gitu pemain laki2 paling keren ya theo james. Wqwqwq. Astaghfirullah. Taubat. Eh tapi tetep kerenan Mas Gagah. Loh? Kalau laki2 mah paling keren ya Rasulullah SAW, (pingin bnget ketemu) lelaki nyata dan sempurna. cuma yg aku temuin yg keren ya bapakku sama tentunya suamiku. Suamiku top bgt lah. Meski sekarang belum punya. Ih ya mulai ngelantur. Lagi ngomongin film malah ujung2nya jodoh lagi.
Dari film2 itu pesan yang ditangkep tentang berjuang untuk kebenaran. Bahwa pasti ada sisi yang baik dan bnar meski sedikit meski harus dicela. Meski berada di sisi yang benar itu dimusuhi tapi endingnya kebenaran pasti menang. Selain itu tentang kesetiakawanan. Intinya gitu deh.
Ini ni bagian diri yg ilang. Dulu mah gak pernah sama sekali tau film dan musik. Boro2 tau liat aja gak pernah. Sekarang malah jadi suka film. Nnti deh abis dari jogja bakal ngurangi lagi. Hehehe
Edisi curhaaat...
23 April 2016
Semangat karena Allah
Jadi inget postingan dulu yang pernah dipost di tumblr, tentang niat kerja karena Allah. Setahun kemarin saat di Tegal aku belajar banyak terutama tentang niat bekerja karena Allah. Ih rugi banget kalau niat kerjanya semata mata karena dunia. Berangkat jam 7 pulang jam 16.30 kalau gak lembur. Pulang di kos beres2, malam baru bisa ngapa2in buat diri sendiri. Rugi banget kalau niat kerjanya hanya dunia. Setengah hari kita capek2 masa gak berpahala. Jadi sebelum berangkat kerja selalu perbaiki niat. Meski iman naik turun kadang kalau lagi sebel sama yang di kantor ya tetep aja cuma belajar buat menahan. Saat itu aku belajar banget menuntun hatiku untuk niatnya karena Allah. Kamu tau beda rasanya, mau didzolimi kaya apa mau disakiti kaya apa mau diapain hati tetep aja tenang. Mau dibedain ya terserah mau difitnah ah gak peduli toh mereka yang dosa. Dan aku yakin dimanapun sama. Meski akhirnya aku gak bertahan, dan akhirnya aku angkat kaki dari sana. Pelajarannya besar banget. Sekarang aku malah merasa tertantang kalaupun nanti kerja di tempat seperti itu lagi aku harus bisa lebih banyak menebarkan kebaikan. Oh iya dulu resign dari sana juga diniatkan karena Allah, meninggalkannya karena Allah. Jadi mau seperti apapun sekarang keadaannya ya gak akan nyesel in syaa Allah. Ada kisah pilu dibaliknya si yang akan terus aku pendam aja.
Gak hanya kerja si. Semua aspek tu harus karena Allah. (ngomong sama nulis mah gampang tapi prakteknya) ya aku sadar banget si kalau aku masih jauh dari itu tapi setiap hari aku bakal terus belajar. Terus perbaiki diri meski aku akui si ada bagian dari diri ini yang hilang dan belum jadi lebih baik.
Yang penting mah karena Allah aja. Tidak usah melihat terlalu ke atas atau ke samping. Bersyukur atas segala yang Allah beri. Gak usah gengsi. Seriusan ini aku menuliskan buat ngingetin aku sendiri. Suatu saat nanti saat aku baca ini aku jadi inget.
Semangat karena Allah ya...
Saling mengingatkan terus kalau suatu saat nanti menemui aku dalam kondisi futur.
Sleman
23 April 2016
15 Rajab 1437 H
Gak hanya kerja si. Semua aspek tu harus karena Allah. (ngomong sama nulis mah gampang tapi prakteknya) ya aku sadar banget si kalau aku masih jauh dari itu tapi setiap hari aku bakal terus belajar. Terus perbaiki diri meski aku akui si ada bagian dari diri ini yang hilang dan belum jadi lebih baik.
Yang penting mah karena Allah aja. Tidak usah melihat terlalu ke atas atau ke samping. Bersyukur atas segala yang Allah beri. Gak usah gengsi. Seriusan ini aku menuliskan buat ngingetin aku sendiri. Suatu saat nanti saat aku baca ini aku jadi inget.
Semangat karena Allah ya...
Saling mengingatkan terus kalau suatu saat nanti menemui aku dalam kondisi futur.
Sleman
23 April 2016
15 Rajab 1437 H
Langganan:
Komentar (Atom)