Sabtu, 05 April 2014

Harus Siap Kecewa

Ini adalah hal yang membuat saya sering ingin menjadi simpatisan saja, ingin menyampaikan kebenaran dengan gaya sendiri, karena saat bergabung di jamaah ini harus siap menelan kekecewaan apalagi kalau melihat bahwa interaksi kita pun dengan orang biasa yang tak luput dari salah dan khilaf. Ini bukan tentang kejamaahan secara keseluruhan tapi tentang jamaah di lingkungan saya saja. Saya bertahan disini semata-mata hanya mendapat ridho Allah. Meski terkadang saya menginginkan lebih yaitu ukhuwah tapi ternyata bagi orang yang memiliki karakter seperti saya akan susah merasakan hangatnya ukhuwah itu dalam jangka waktu yang lama, hanya di momen-momen tertentu dan sementara.
                Saya menulis ini karena banyak kejadian yang membuat saya agak dongkol di hati tapi semata-mata kedongkolan itu karena manusia, tapi ya ini jamaah manusia bukan malaikat saya pun manusia, mungkin malah jangan-jangan ada yang pernah kecewa karena saya.
                Beberapa kejadian yang membuat saya kecewa akhir-akhir ini, saat saya sedang bersemangat dengan kelompok ini, tiba-tiba saya tidak tahu info sama sekali, saat yang lain bahkan mungkin hamipir semua kumpul di satu tempat untuk menuju tempat kumpul, saya dating sendiri ke tempat kumpul dengan kebingungan tidak ada teman satu “tempat menuntut ilmu” saya itu. Ternyata saya meman tidak mendapat info itu, pernah sebelumnya saking tidak mendapat info saya sampai ikut konvoi “tempat menuntut ilmu” sebelah, dan meang rumput tetangga lebih hijau, konvoi mereka bahkan sangat teratur dan rapi, dan mereka sangat memperhatikan seorang seperti saya yang masih amatiran naik motor meski saya tidak satu “tempat menuntut ilmu”. Mungkin ukhuwah itu baru ada saat mau foto, ketambahan saya biar ramai kali ya.
                Sepulang dari tempat kumpul saya bergabung dengan rombongan satu “tempat menuntut ilmu” dan seperti dugaan saya, tidak ada ukhuwah untuk saya disini saya hanya berharap pada Allah saja, 2 kali saya hampir tertabrak, karena saya tidak mau berjaraj terlalu jauh karena saya tidak tahu jalan, tapi sekali ukhuwah ini bukan untuk orang seperti saya, saya yang masih amatiran pun tertinggal, sampai akhirnya saya membiarkan diri saya ketinggalan saat sampai di jalan yang saya sudah paham. Dan, sekali lagi, saat saya menuju tempat kumpul kedua tidak ada satupun orang yang saya lihat disana, dimana mereka, kenapa as awal tidak dikasih tau kalau harus kumpul dimana, pas awal keberangkatan Cuma dibilang langsung ke tempat kumpul tapi kenapa tidak ada satu pun orang disana, satu hari dua kali jadi yang paling awal karena ketidak tahuan, sms pun lama dibalas. Dan, karena kecewa serta sudah ashar saya memutuskan untuk kembali ke kos, serius itu sedih banget. Sampai saya sudah mendaftar menjadi pemilih di tps kampus pun, nama saya tidak ada. Mungkin ini ujian untuk saya.
                Harus siap kecewa, saat kondisi atau acara kejamaahan saya sering merasa “tidak berarti” sekali lagi untuk orang yang berkarater seperti saya jadi jika Anda memiliki karakter seperti saya harus siap “tidak berarti”. Saya adalah tipe sangat pendiam (kalau di kelompok ini) dan cenderung sangat introvert, memiliki postur cukup besar, jadi saya sering bawa motor sendiri karena tidak jarang tidak ada yang “bisa” memboncengkan saya.
                Saya ingin memiliki ukhuwah itu, melihat teman sebelah yang memiliki karakter berbeda, dia sangat terlihat memiliki ukhuwah itu. Oh ya yang masih saya ingat, ini hal kecil si Cuma semakin menguatkan saya kalau saya “tidak dianggap” di lingkungan ini, hari itu 23 Maret, saya mendapat jarkoman yang ternyata itu menyebar mungkin semua kader di teknik, pemberitahuan hari itu milad 2 orang petinggi sebuah organisasi, tapi itu di kirim untuk semua saya pun mendapatkannya, tapi tidak ada nama saya di sms itu, padahal yang mengirim sms itu mengenal saya, bahkan kami sempat satu organisasi yang sama saat dia jadi anggotanya, mungkin itu hal yang sepele tapi itu menguatkan bahwa orang seperti saya harus siap kecewa karena “tidak dianggap”.

                Entah sampai kapan saya akan bertahan disini, sekali lagi saya harus terus menguatkan hati saya bahwa saya disini hanya semata-mata mendapat ridho Allah, bukan karena ingin tergabung dalam lingkaran jamaah.
                                                                                                                                          5 April 2014

Tidak ada komentar: